Menurut Kantor Berita ABN, Revolusi secara menyeluruh rakyat atas diktator yang telah berkuasan selama 42 tahun Muammar Qadhafi sudah memasuki hari ke-7 api revolusi melawan Qhadafi semakin hari semakin menyebar.
Aksi masyarakat yang dimulai dari kawasan timur negara ini dengan sangat cepat telah menyebar keberbagai kawasan lain di Libiya. Segala daya dan upaya telah dilakukan Diktator Qhadafi berikut kekuatan keamananan yang ditugaskan untuk meredam nyala api revolusi dengan melarang aksi demonstrasi di Tripoli Ibu Kota Libiya tapi usaha ini tidak berbuah apa-apa karena api revolusi bukannya padam malah sebaliknyya semakin menyala.
Ratusan orang Syahid dan lainnya mengalami luka-luka
Seperti laporan yang didapat dari Tripoli aksi masyarakat di kota ini yang dimulai sejak hari selasa kini sudah semakin meluas. Aparat kemanan Qadhafi pada pertikaian hari rabu telah melumuri darah ratusan orang di kota Tripoli.
Seperti disebutkan sumber berita pada penyerangan hari ini terdapat seratus orang telah meninggal dan mengalami luka-luka. Pada kesempatan itu salah satu anggota aksi menerangkan bahwa aparat keamanan menghadapi masyarakat dengan mengarahkan senjata api mereka “Ahmad Jibrail” salah satu anggota masyarakat yang melakukan aksi dalam dialog dengan stasiun televisi Al-Jazirah mengumumkan bahwa masyarakat telah turun di Baidha dan berusaha untuk membantu masyarakat lain yang sedang dihujani gas air mata di kota Tripoli. Dia menekankan bahwa dialog dalam bentuk apapun antara masyarakat dengan Qadhafi itu tidak mungkin dilakukan dan berkata,” Qadhafi telah membunuh para pemuda dijalan dengan memanfaatkan kekuatan asing pada anggota tim kesehatan pun menembakkan peluru”.
Jibrail dengan mengisyaratkan bahwa internet diseluruh wilayah negara Libiya sudah diputus dan hubungan melalui telepon juga tidak memungkinkan menjelaskan bahwa orang-orang Qadhafi senantiasa siap dengan granat yang mereka arahkan kemasyarakat. Dia mengisahkan bahwa pada awal pertikaian terdapat 500 orang masyarakat yang turun ke Baidha. Dinas keamanan kota berusaha membantu masyarakat yang sedang berhadapan dengan tentara asing. Ini terjadi dimana kemarin terdapat mobil tanpa plat bergerak diantara kerumunan masyarakat yang melakukan aksi dan kemudian menembakkan gas air mata pada mereka.
Aparat keamanan di kota Misratah telah mundur.
Aparat keamanan Libiya pada saat menekan masyarakat setelah merasa tidak berhasil mereka pun mengundurkan diri dari kota Mashratah.
Penguasaan Radio dan Televisi
Kabar terahir menyebutkan bahwa radio dan televisi kini telah berada ditangan masyarakat. Pusat pemberitaan Al-Ittijah menuliskan bahwa saat itu masyarakat sedang menyiarkan berita melalui radio yang baru dikuasai.
Bergabungnya Kabilah Libiya terbesar dengan masyarakat yang turun aksi.
Dua kabilah Libiya yang memiliki anggota lebih dari 2 juta orang telah bergabung dengan barisan masyarkat yang melakukan aksi.
Seperti dilaporkan media pemberitaan dua kabilah yaitu Rahunah dan Raflah yang memiliki anggota 2 juta orang telah bergabung dengan masyarakat. Abdul Hakim Abu Zawidah Juru bicara kabilah Tarhunah mengumumkan pada Al-Jazirah bahwa pembesar kabilah ini yang merupakan sepertiga jumlah penduduk Tripoli Ibu kota Libiya telah melakukan bara’ah (pemutusan hubungan politik) dengan pemerintahan Qadhafi dan masyarakat pun diajak untuk bergabung dalam barisan revolusi.
Berdasarkan penjelasannya. Anggota kabilah yang kebanyakan bekerja sebagai tentara Libiya diminta untuk ikut bergabung dengan masyarakat yang melakukan aksi bersama.
Ancaman pemutusan pemberian sumber energi Alam.
Salah satu Syaikh qabilah Libiya mengancam jika pembunuhan pada masyarakat tidak dihentikan maka masyarakat akan melarang penjualan minyak kenegara Asing.
Farjullah Zui salah satu pembesar kabilah Zui di utara Libiya memberikan waktu selama 24 jam untuk menghentikan pembunuhan pada masyarakat. Jika hal ini tidak diikuti maka kabilah ini akan menjadi penghalang penjualan minyak ke negara Asing.
Ini terjadi ketika harga minyak sedang melonjak naik akhir-akhir ini.
Qordhawi, masa Qadhafi sudah diujung tanduk.
Pimpian persatuan ulama Qordhawi menjelaskan bahwa masa Muammar Qadhafi sudah habis dan tidak bisa lagi melanjutkan pemerintahannya.
Syaikh Yusuf Qardhawi pada dialog melalui telepon dengan Al-Jazirah berkata Muammar Qadhafi karena telah menumpahkan darah masyarakat tak berdosa di Negara ini dan masyarakat juga sudah tidak menginginkan dia lagi maka thaghut ini tidak bisa lagi berlama-lama lagi di Libiya.
Dia menambahkan,” Apa yang terjadi pada Bin Ali dan Husni Mubarak juga akan berlaku pada Qadhafi. Aku ingin mengatakan padanya “ Seperti Husni Mubarak kamu pergilah d